Membangun Serangan Pada Formasi Tiga Bek

Formasi terkait bermula dari Inggris serta terus menyebar hingga kini ke tim-tim sepak adulador. Menguras fisik – Formasi ini membutuhkan pemain dengan kemampuan fisik yang baik. Full back yang akhirnya menjadi satu-satunya pemain sayap pada formasi ini tentu disyaratkan menguras energinya dengan proses pergerakan naik turun sepanjang permainan. Keharusannya untuk turun membantu pertahanan dan naik membantu serangan juga jadi membutuhkan fisik yang kuat. Dalam formasi ini, permainan lebih ditekankan pada ragam penyerangan dengan menempatkan 4 striker dan dua gelandang.

Tentu saja andai bola terlepas wingback tetap harus turun bertahan, namun tidak harus secepat peran fullback untuk kembali ke posisi. Midfilder atau player tengah yang sering anda sebut juga dengan gelandang. Pada formasi ini, nyata 2 gelandang yang bertugas untuk mengatur serangan dan membantu pertahanan di bezirk bek belakang. Dalam bal position pemain ini mejandi penentu terjadinya alur kompetisi.

Variasi lain yang dapat kita temukan adalah dengan satu gelandang bertahan turun ke salah satu sisi samping lapangan, sedangkan salah satu bek tengah bergeser ke sisi samping dalam lain. Kedua variasi tersebut sama-sama membentuk tiga player di belakang yang posisinya juga mengisi lebar lapangan. Di beberapa situasi pasti tidak cukup kuat untuk membendung tim-tim yang memakai empat bek, terutama jika formasi yang dipakai musuh juga memakai winger.

Lalu, jika penyerang dan dua player sayap lawan ini melakukan tekanan, kedua wing-back dapat turun untuk memberi opsi lain. Hal ini akan membuat gelandang tengah turun mendukung pertahanan sehingga pertahanan akan diisi oleh 6 pemain (3 bek dalam, 2 wing-back, dan 1 gelandang bertahan) ditambah seorang kiper.

Kedua pemain ini harus memiliki kreatifitas dalam mengse penyerangan dan pertahanan. Tidak hanya dalam fase bertahan, dalam fase menyerang gelandang juga harus melakukan rotasi dan fleksibilitas yang baik. Tujuan dari permainan sepa bola adalah untuk memasukkan bola ke gawang lawan (terjadi gol) sebanyak-banyaknya, tujuan tersebut akan tercapai jika pemain memiliki kekompakan lalu formasi yang digunakan. Sepak bola merupakan permainan 2 tim berIawanan yang dimainkan di atas lapangan dalam berbentuk empat persegi panjang dengan jumlah pemain 10 orang dengan posisi pemain yang beda-beda. Jika berhadapan atau 4-3-3, tim musuh akan mencoba menugaskan tiga pemain untuk menekan ketiga bek tengah.

Sementara itu buat pemain bertahan sebalah kiri atau kanan bertugas sebagai bek sayap untuk memberikan penyerangan. Dengan memilik a few gelandang tengah akan bertambah menutup kemungkinan tim lawan masuk kedalam daerah sendiri. Formasi ini bisa menekankan penyerangan yang kuat karena memiliki 2 pemaian sayap yang siap untuk menyerang. Dalam konsep ini punya tujun untuk memperkuat penyerangan dengan memanfaatkan 4 pemain penyerang yang ada dalam daerah lawan.

Formasi ini menuntut player untuk melakukan penyerangan melalui sebenar-benarnya agar memasukkan adulador ke dalam gawang musuh sebanyak-banyaknya. Tentu kita masih ingat bagaimana ganasnya Aji Santoso dan Anang Maruf ketika melakukan overlap hingga kotak penalti lawan, serta Persebaya masih tetap reliable dengan tiga pemain di belakang yang dilapisi dua gelandang bertahan.

Yang gak kalah menguntungkan juga merupakan eksekusinya yang sangat schlicht karena tidak banyak pertukaran posisi. Gelandang bertahan di dalam skema tiga bek kembali mendapatkan tugas yang jauh lebih sederhana, daripada gelandang bertahan di skema empat bek. Untuk kesekian kalinya posisi awal tiga player di belakang ternyata sangat membantu ketika dalam etapa menyerang. Dalam usaha untuk memperluas area sirkulasi bola tersebut, di skema empat bek sering kita lihat dilakukan dengan cara satu gelandang bertahan turun membelah dua bek tengah yang akan bergerak lebih melebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *